6 Alasan Mengapa Ibu Harus Memijat Bayinya Sendiri

Many Reasons, Why Mothers Should Massage Their Own Baby.


Seringkali banyak ibu yang baru melahirkan, mengalami kesulitan untuk memahami dan mengerti keinginan bayi mereka. Sehingga di masa awal paska melahirkan, bagi sebagian ibu adalah saat-saat penuh tantangan. Tak jarang bagi sebagian lagi dari mereka, hal tersebut bisa jadi sebuah masalah penuh drama.

Belum usai rasa sakit paska melahirkan, ibu akan mengalami perubahan siklus dan fase. Dari yang sebelumnya ibu menjalani fase membahagiakan saat menanti kelahiran buah hati, sampai pada akhirnya ibu melewati fase melahirkan. Mungkin tak banyak yang tahu, jika siklus setelah melahirkan akan menjadi sedemikan rupa menantang. Sehingga tak sedikit ibu yang mengalami kesulitan, karena beberapa faktor. Mulai dari ketidakseimbangan hormon, sampai pada perubahan psikis ibu.

Namun hal yang pasti adalah, ibu paska melahirkan memiliki insting yang sama. Yaitu rasa untuk selalu ingin berdekatan dan bersentuhan dengan bayinya. Dan kemungkinan yang bisa menghalangi adanya insting alami tersebut adalah, kurangnya kemampuan ibu memahami keinginan bayi. Dan karena satu atau lain hal, ada sebab yang terjadi karena trauma psikis yang dialami oleh ibu. Hal ini tentunya, harus ditangani oleh profesional di bidangnya. Sebelum ibu mulai belajar mengenal bayi mereka.

Bayi memiliki bahasa yang spesial sebagai cara mengungkapkan berbagai rasa dan keinginan mereka, yaitu menangis. Tangisan adalah bahasa primordial bayi, agar orang-orang sekitar terutama orang tua mereka mau mendengarkan, untuk kemudian mencukupi kebutuhan mereka. Tak jarang, ada orang tua yang sangat terganggu dengan suara tangisan. Mohon dimaklumi, hal ini mungkin terjadi karena kurangnya kecakapan orang tua dalam menangkap maksud dari tangisan bayi mereka.

Tangisan bayi dan sentuhan orang tua sebagai respon positif, akan mempengaruhi perkembangan hubungan keduanya. Dan dalam kegiatan pijat bayi, kami sebagai instruktur akan mengakomodasi agar keduanya, baik orang tua dan bayi terkoneksi dan bersinergi.

Dalam beberapa kali sesi sharing kelas pijat bayi, tak jarang orang tua yang menceritakan berbagai kesulitan mereka diawal. Dan berharap bisa belajar banyak. Memfasilitasi keadaan tersebut, tentunya juga membutuhkan effort yang besar dari orang tua. Sabar dalam melewati setiap prosesnya adalah salah satu kunci utama. Karena instruktur, hanya memiliki tugas sebagai fasilitator saja.

Mereka (orang tua) harus mau meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan pijat bayi, setiap hari. Tapi dalam kondisi tertentu, tak jarang justru pijat bayi menjadi stress release bagi orang tua. Kemungkinan ini bisa terjadi, karena hubungan antara orang tua dan bayi sudah berkembang. Sehingga orang tua dapat menikmati setiap momen memijat bayi di rumah.

Pijat bayi adalah salah satu pengalaman yang dapat ditawarkan kepada ibu, untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami bayinya. Karena pijat bayi merupakan dasar pelajaran untuk memahami bayi, agar dapat selalu nyaman dengan sentuhan pada umumnya. Dalam pijat bayi, ibu juga akan belajar bagaimana mengenali keingingan bayi saat mereka menangis.

Kenapa ibu harus memiliki kemampuan memijat bayi mereka sendiri dirumah? Beberapa alasan dibawah ini, adalah rangkuman sederhana untuk para ibu pembelajar yang keren.

1. Ibu lebih memahami kondisi dan keinginan bayi

Beberapa keterangan tentang bagaimana ibu dapat memahami kondisi dan keinginan bayi, sudah di jelaskan di paragraf pembukaan. Karena pada dasarnya kebutuhan sebuah hubungan ibu dan bayi dilandasi oleh koneksi dan sinergi.

2. Mampu membaca dan menghargai tanda-tanda atau isyarat yang diberikan bayi

Saat ibu sudah merasakan koneksi dengan bayi, maka akan dengan mudah ibu belajar untuk membaca dan menghargai, tanda-tanda atau isyarat yang diberikan oleh bayi. Penghargaan juga penting bagi perkembangan diri atau self esteem bayi di masa mendatang.

3. Meningkatkan nilai diri dan rasa percaya diri pada orang tua

Setiap orang tua yang sudah memiliki kemampuan untuk membaca tanda dan isyarat yang diberikan oleh bayi, akan dengan mudah memenuhi keinginan dan kebutuhan bayi. Sehingga meningkatkan nilai diri juga rasa percaya diri. Tidak akan mudah merasa sedih terhadap intervensi dari luar lingkup keluarga inti.

4. Mengembangkan kemampuan parenting dan kemampuan pengasuhan anak

Orang tua yang sudah belajar banyak dari pijat bayi, tentu akan lebih nyaman terhadap bayi mereka. Sehingga akan tumbuh penghargaan sederhana dari bayi. Seperti meningkatnya intensitas eye contact, memahami bahasa lewat intonasi suara dan lain sebagainya. Hal-hal yang terlihat sederhana tadi, merupakan pola dasar untuk memulai perjalanan pengasuhan dirumah.

5. Meningkatkan kadar hormon relaksasi seperti hormon oksitosin dan prolaktin (hormone yang berfungsi meningkatkan air susu ibu)

Saat kegiatan memijat sudah memasuki tahap selanjutnya, yaitu ibu dan bayi merasa nyaman satu sama lain. Ibu akan merasakan kebahagiaan tersendiri yang merangsang peningkatan hormon relaksasi. Hormon-hormon tersebut dapat membantu salah satunya melancarkan asi, saat menyusui.

6. Membuat tidur ibu semakin nyaman

Ibu yang bahagia dan nyaman akan dirinya sendiri paska kegiatan pijat bayi, akan memiliki waktu istirahat yang lebih nyeyak. Karena bayi yang rutin di pijat, akan menampakkan jam tidur yang kembali normal. Sehingga waktu tidur ibu juga tidak terganggu dengan tangisan bayi. Sesekali bayi bangun, namun masih dalam batas wajar. Karena bayi memiliki kebutuhan menyusui tiap 1-2 jam atau buang air, namun hal itu tidak akan menyita banyak perhatian ibu. Karena setelahnya bayi akan kembali tidur dengan nyenyak.

Demikian, catatan sederhana dari saya. Semoga bermanfaat dan bisa manambah informasi baru bagi para orang tua.

Terima kasih.

Parung Panjang, 28.06.2018/8:42

Sumber bacaan : Modul Pijat Bayi untuk Orang Tua.
Foto : Milik Pribadi
In frame : Baby Abizar and Momy Febri with Me

Salam,

Ariny Rizkina
(CIMI, Volunteer MHI, Co-Founder @rumah_arunika, Blogger and Mom of 3)

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sulung Perempuanku, Bertanya tentang Pubertas

Support Group Sebagai Salah Satu Bentuk Support System Ibu