Ketika Sulung Perempuanku, Bertanya tentang Pubertas



Hai semua. Rasanya sudah lama sekali aku tak membagikan kisah atau tulisan dalam blog ini. Terjebak oleh rutinitas sehari-hari jadi ibu juga istri, ditambah pekerjaan sampingan sebagai organisator perempuan, dan keasyikan menulis di blog sebelah dengan dalih "Writing for Healing", membuatku sejenak lupa kalau blog ini masih ada. 

Thank God, sulungku mulai bertanya banyak hal, menjelang waktu masa-masa pertumbuhannya menjadi seorang gadis remaja.

Maka dengan segenap kerendahan hati, aku berterima kasih pada pembaca yang mungkin masih setia membaca blog lovingparentsdiary. 

Sejak kali terakhir tulisanku rilis disini setahun yang lalu, agaknya sudah lama sekali aku jarang membahas dan berdiskusi terkait parenting ya. Mungkin karena pada kenyataannya belajar menyesuaikan materi parenting, dengan prakteknya bisa sangat jauh berbeda. Makanya aku jadi jarang sekali membahas parenting. It's just another case of difficulty being a mom. ^_^

Tapi untuk tema kali ini, selain masih "nyerempet" ke arah pola asuh anak, juga masih berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Terlebih untuk parents yang mungkin merasa kesulitan mengenalkan dan menjelaskan tentang bagian-bagian organ reproduksi, fungsi juga nama-nama hormon yang ikut serta dalam proses perkembangan organ reproduksi anak perempuan menjelang remaja.

Yep, here we go. Putri sulungku, akhir-akhir ini sedang tertarik dengan tema menstruasi, hormon dan kesehatan reproduksi umum yang dimiliki oleh perempuan. Bahkan dia sampai bertanya berulang kali terkait apa saja yang perlu dipersiapkan oleh anak perempuan ketika mendapati menstruasi pertamanya. Buatku, ini adalah momen yang sudah lama ditunggu, sejak memiliki anak perempuan. 

Pertama, aku bersyukur karena putriku, masih mau bertanya dan mendiskusikan pertanyaan yang membuatnya penasaran, kepada ibunya sendiri. Bukan pada orang lain. Kalau toh dia menemukan informasi dari sumber lain, dia dengan senang hati dan sangat terbuka membicarakannya denganku. Sehingga aku tahu, dari mana sumbernya mendapatkan informasi.

1st Question that she asked to me, was about "Puberty". Momen ketika kami sedang menjemur baju bersama di belakang rumah menjadi waktu penting untuknya bertanya "Buk, puber itu apa sih?".

Masih sambil menjemur satu per satu pakaian aku menjawab ; "Puber atau Pubertas adalah perubahan yang normal terjadi pada tubuh manusia, kak. Dari yang tadinya anak-anak menuju masa remaja lalu berlanjut ke masa dewasa. Untuk anak perempuan masa pubertas dimulai sejak usia 10-12 tahun, yaaa seumur kakak gini (beberapa bulan lagi lah yaa menjelang 10 tahun). Sebelum memasuki masa puber, biasanya tubuh kita akan mengalami banyak perubahan. Ada perubahan fisik, contohnya kayak payudara yang mulai tumbuh. Ada perubahan jiwa/psikis, contohnya karena payudara yang mulai tumbuh itu kadang menimbulkan rasa nyeri, membuat kita jadi nggak nyaman. Kadang ada juga anak perempuan, yang sampai merasa malu karena perubahan bentuk yang terjadi pada tubuhnya. Tapi, selagi kita memahami bentuk dan fungsi tubuh kita sendiri, maka kita nggak perlu malu, dan harus bersyukur bahwa Allah membuat tubuh kita bertumbuh dan berkembang dengan baik. Selanjutnya ada perubahan hormon, nah bagian ini juga yang terpenting pada masa pubertas. Karena hampir semua hormon dalam tubuh perempuan punya fungsi penting dalam proses reproduksi, contohnya seperti menstruasi"

2nd Question : "Kalau perempuan, kapan biasanya mulai menstruasi buk?"

Setelah selesai menjemur baju, kami duduk-duduk di belakang. Dan aku mulai menjawab pertanyaan selanjutnya. Kebetulan, putriku sudah paham apa itu menstruasi jadi secara sederhana sudah mampu1 menjelaskan tentang apa itu menstruasi. "Perempuan biasanya mulai mengalami menstruasi, ketika memasuki usia pubertas. Antara 10-12 tahun. Kalau dulu ibu, mulai dapat menstruasi ketika masuk usia 12 tahun"

3rd Question : "Emang ada ya buk, perempuan yang pubernya terlambat?"

"Yes, ada. Karena pada dasarnya, kondisi tubuh setiap manusia itu berbeda. Walau bentuknya sama, posisinya sama, tapi dalam menjalankan tugasnya, setiap tubuh manusia bisa bekerja dan menanggapi perubahan dengan cara yang berbeda juga. Misalnya, anak perempuan pada umumnya tumbuh payudara diusia 10-12 tahun, bisa saja terlambat tumbuh di usia 13 tahun. Dan kalau terjadi keterlambatan puber, orang tua harus konsultasi lebih lanjut untuk memeriksakan anak perempuannya ke RS. Ketemu sama dokter spesialis gitu kak"

4th Question : "Buk, hormon itu apa?"

"Hormon itu, zat-zat kimia dalam tubuh kak. Mereka juga bekerja untuk membantu organ dalam tubuh manusia. Kakak ingat kan, kalau dalam tubuh manusia itu ada otak? Yang punya tugas mengatur semua pekerjaan dalam tubuh manusia. Nah karena hormon itu punya tugas membantu juga, jadi kalau otak memberikan perintah, hormon ikut berperan di dalamnya. Misalnya saat ada seorang ibu mau menyusui dan kasih ASI untuk bayinya. Ketika mata ibu melihat bayinya lapar, haus dan menangis, mata kemudian memberikan sinyal dan pesan ke otak. Lalu, si otak nyuruh hormon yang namanya laktasi, prolaktin dan oksitosin untuk membantu kelenjar dalam payudara memproduksi ASI. Sehingga asi bisa keluar, ketika bayi mulai menyusu pada payudara ibunya. Gitu kak."

5th Question : "Kalau nanti aku menstruasi, apa yang perlu aku lakukan pertama kali buk?"

"1. Tetap tenang. Karena kita sudah paham kalau darah yang keluar dari vagina itu adalah darah menstruasi.
2. Kalau kamu sedang jauh dari ibu, maka mintalah bantuan mbah atau teman perempuanmu yang sudah mengalami menstruasi untuk meminta pembalut (tak perlu malu untuk membeli pembalut ke warung).
3. Cuci sampai bersih CD yang sudah terkena darah menstruasi.
4. Ganti dengan CD baru, yang sebelumnya sudah dipasangkan pembalut.
5. Kalau perut mulai terasa sakit, kompres dengan air hangat.
6. Ganti pembalut setiap 2-3 jam sekali.
7. Basuh sampai bersih area vagina sampai ke arah anus (dari depan ke belakang), tiap mengganti pembalut.
8. Cuci pembalut dengan deterjen, bilas sampai bersih. Bungkus dengan plastik dan buang ke tempat sampah dengan hati-hati.
9. Istirahat yang cukup
10. Perbanyak Minum air putih dan makan makanan bergizi
11. Hindari "gelut" dengan orang lain (baik secara fisik/psikis, online/offline) ^,^, karena kondisi hormon kita yang sedang menstruasi biasanya akan membuat kita menjadi sangat sensitif. Bahkan untuk hal-hal yang sepele"

Dan demikianlah pengalamanku menjawab pertanyaan dari anak sulung perempuanku. Tentang hal-hal terkait pubertas, ditambah dari sedikit pengalaman juga sumber bacaan yang pernah aku baca. Percakapan dan diskusi ini bisa sambil di praktekkan dengan melihat video atau perangkat gambar bersama anak perempuan kita, agar penjelasan semakin mudah dimengerti. Semoga bermanfaat ya, parents.

Salam emak SevGeZa,
Ariny Rizkina

Comments

  1. Terimakasih sharingnya mba Arin...

    Tetap Semangat buat sharing hal2 positif seperti ini mba.

    Love you

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

6 Alasan Mengapa Ibu Harus Memijat Bayinya Sendiri

Support Group Sebagai Salah Satu Bentuk Support System Ibu