"Pijat Bayi dan Depresi Paska Melahirkan"

"In a recent study involving teenage parents with post partum depression, Field (1996) found that parents who massaged their infant fifteen minutes daily for two weeks experienced improved mood, affect and anxiety, as well as decreased saliva, cortisol levels and decreased heart rate. In addiction, mothers perceived their infants as easier to soothe, while babies showed increased vocalization, decreased restlessness and improved affect during mother and infant play"

Petikan artikel diatas ditulis oleh Juliana Dellinger-Bavolek, MSE (a parent educator, infant massage trainer and instructor for IAIM). Dari keseluruhan artikel yang dibuatnya tentang "Communicating Love Through Touch", bahwa membahasakan cinta pada bayi yang baru lahir yang paling utama adalah lewat sentuhan.

Pijat bayi yang diperkenalkan Vimala McClure sendiri sebagai Fouder IAIM adalah sentuhan cinta ibu pada bayinya. Bukan seperti pijat yang ada pada persepsi kebanyakan orang. Bahwa pijat bayi harus merupakan keseluruhan dari proses pijat layaknya orang dewasa yang dilakukan oleh seorang terapis. Agaknya, persepsi ini kurang begitu pas penempatannya.

Vimala menganjurkan bahwa, baiknya, bayi baru lahir dipijat oleh ibunya sendiri. Agar dapat mempererat ikatan antara anak dan orang tua. Karena dengan aktifitas memijat berarti ada unsur "sentuhan" yang sangat penting sebagai dasar dari pijat bayi. Pijatan bayi merupakan sentuhan lembut pada kulit bayi, yang menimbulkan perasaan nyaman, aman dan tenang pada bayi.

Karena kehangatan akan mengalir seiring dengan sentuhan tangan ibu pada kulit bayi. Dibarengi dengan suara yang dibisikkan ibu ke telinga bayi, kontak mata dan banyak lagi aspek didalam proses pijat bayi itu sendiri yang secara tak langsung juga ikut menekan hormon stres pada ibu yang baru melahirkan. Perasaan nyaman yang terjadi setelah berlangsungnya pijat bayi, akan memberikan ruang bagi ibu untuk meningkatkan komunikasinya dengan bayi.

Di timeline facebook saya, akhir-akhir ini sedang marak soal bagaimana pospartum depression mampu merenggut kebahagiaan seorang ibu baru. Lalu, apakah pijat bayi atau infant massage mampu membantu mengurangi tingkat depresi pada ibu paska melahirkan? Saya sendiri merasakan bagaimana rasanya perasaan tertekan paska melahirkan, di usia yang cenderung masih muda. Dan memang banyak faktor yang membuat ibu paska melahirkan memang rentan mengalami depresi.

Pada saat kelahiran anak pertama saya, kerap kali momen memijat bayi adalah saat dimana saya bisa melakukan wisata hati. Bercengkrama dengan intens dengan bayi, memandang matanya dan menyentuh perlahan kulitnya yang masih merah merona membuat saya merasakan ketenangan tersendiri. Disamping itu saya merasakan cinta yang mengalir dalam hati seiiring dengan respon positif yang diberikan oleh bayi saya. 

Sedemikian ampuhnya efek sentuhan ibu pada bayinya, bahkan hingga anak pertama saya berusia 5 tahun sekarang, hal yang paling diinginkannya sebelum tidur adalah sentuhan pada kepala dan pelukan. Beragam interaksi fisik yang berpengaruh pada psikologis anak, masih kerap kami lakukan. Seperti saling memeluk, mencium kening anak dan banyak hal lainnya. Saya pribadi sebagai seorang ibu percaya, semakin banyak kita memberikan sentuhan pada bayi maka ikatan dan kepercayaan diri antara kita sebagai ibu dan bayi juga akan semakin kuat.

Oleh karenanya, selain dengan pendampingan orang-orang yang ahli dan berkompeten di bidangnya dalam penanganan Baby Blues dan Post Partum Depression (PPD), meningkatkan ikatan dengan bayi dengan cara memijatnya juga ternyata memiliki banyak manfaat. Selain mengalirkan kehangatan lewat tangan ibu, komunikasi cinta pun dapat terjalin lewat sentuhan. Maka, psikis ibu akan semakin membaik, jiwa ibu juga secara perlahan mulai terisi dengan banyak hal positif. Sistem imunitas bayi juga setiap saat akan semakin membaik, dibarengi dengan berat badan bayi yang berangsur-angsur naik.

Lalu bagaimanakah seharusnya sikap dan respon seorang instruktur pijat bayi, pada ibu yang mengalami depresi paska melahirkan? Sebagai seorang instruktur pijat bayi, pengetahuan tentang bagaimana kebaikan sentuhan dalam teknik pijat bayi, sejatinya mampu memberikan informasi yang bagus untuk ibu yang baru melahirkan. Yang secara tidak langsung juga merupakan dukungan dan support terbesar karena menganjurkan mereka untuk mengenal lebih dekat bayi yang baru saja mereka lahirkan. Agar kemudian, ibu akan lebih merasa percaya diri dalam menghadapi poses pengasuhan dan pendidikan anaknya kelak.

Manfaat pijat bayi yang lainnya bagi orang tua dan bayi selain kedekatan yang otomatis bisa terjalin adalah, meningkatkan kemampuan oang tua untuk mengerti tentang tanda-tanda yang diberikan bayi. Seperti tanda bayi sedang tak nyaman, atau sedang berbahagia. Kepercayaan diantara orang tua dan bayi juga menjadi landasan penting sebagai efek baik dari pijat bayi.

Frederick Leboyer (1985) merilis hasil observasinya terhadap bayi yang sudah dipijat "Being massaged, is food for the infant. Food necessary as mineral, vitamins and protein". Sebagaimana yang saya tuliskan diatas, bahwa dengan sentuhan pada pijat bayi, akan meningkatkan imunitas. Dalam artian, bayi akan lebih aktif, kemudian nafsu makan juga terjada. Ditambah dengan tidu yang teratur akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.

Penelitian ini disarikan dari artikel berbahasa inggris yang berjudul "Communicating Love Though Touch", ditulis oleh Juliana Dellinger, tahun penelitian (1993-1996). Saya menemukan penelitian ini, dari kumpulan artikel Kompedium Pelatihan CIMI (Certified Infant Massage Instructure).

Didalamnya peneliti hendak membuktikan jika, sentuhan dalam pijat bayi dapat mengurangi tingkat depresi pada ibu yang baru saja melahirkan. Kemudian, dengan suntuhan juga akan meningkatkan ikatan dan komunikasi antara keduanya. Hasil dari penelitian ini, menyatakan bahwa beberapa bayi yang memang rutin dilakukan pijat bayi mengalami peningkatan positif, baik pada sistem imunitasnya juga pada berat badan.

Kemudian sebagai seorang instruktur pijat bayi, saat mengenalkan proses baby massage berarti kita juga ikut membantu para orang tua dalam mengurangi kecemasan, dapat memberikan dukungan yang positif untuk kehidupan baru si bayi dan ayah/ibu sebagai orang tua. Kita juga dapat mendukung dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan agar kedekatan antara bayi dan orang tua terjalin dengan baik.

Salam,

Ariny Rizkina
(CIMI, Volunteer MHI, Co-Founder @rumah_arunika, Blogger and Mom of 3)

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sulung Perempuanku, Bertanya tentang Pubertas

6 Alasan Mengapa Ibu Harus Memijat Bayinya Sendiri

Support Group Sebagai Salah Satu Bentuk Support System Ibu