"Pemahaman Dasar Psikologi Ibu dan Anak"
Sejatinya
manusia adalah salah satu makhluk yang sangat adaptatif di bumi. Melalui
perkembangan dan pertumbuhan yang bertahap bahkan sejak dalam rahim, manusia
mengalami berbagai perubahan dan adaptasi yang sangat cepat. Masa kehamilan,
persalinan dan kelahiran merupakan sebuah proses kehidupan yang sakral bagi
seorang ibu juga bayi yang dilahirkannya. Bisa dikatakan jika, semenjak hamil
seorang ibu tak terpisahkan dengan bayinya. Dan dimulainya proses adaptasi bayi
adalah semenjak masa kelahiran. Dimana banyak sekali faktor yang memperngaruhinya.
Masa
bayi atau neonatal merupakan masa terjadinya perubahan dan penyesuaian yang
radikal. Karena bayi setelah lahir akan mengalami 4 penyesuaian pokok sebelum
mereka dapat melanjutkan perkembangan. Jika penyesuaian ini tidak segera
dilakukan dalam kehidupan, mereka terancam akan mengalami ketidakmajuan selama
masa perkembangan. Bahkan bisa jadi terhenti atau mundur ke tahap perkembangan
yang lebih rendah. Penyesuaian tersebut adalah : Perubaha suhu, Bernapas,
Mengisap dan Menelan, Pembuangan. Pada mulanya semua bayi mengalami kesuliktan
dalam menyesuaikan diri pada kehidupan paska kelahiran. Seperti kesulitan
bernapas, kesuliatan saat akan menelan dan menghisap, bahkan mengalami
kesulitan dalam buang ai besar.
Tiga
indikasi umum tentang kesulitan penyesuaian pada kehidupan bayi setelah
kelahiran seperti berikut:
a. Berkurangnya
berat badan, biasanya proses adapatasi cara makan membuat bayi yang baru lahir
mengalami kesulitan. Dan membuat penurunan berat badan yang cukup signifikan.
b. Perilaku
yang tidak teratur pada bayi yang baru lahir biasa diperlihatkan dengan
ketidakteratuan dalam bernafas, sering buang air kecil dan buang air besar ,
tersedak dan muntah. Hal tersebut disebabkan karena adanya tekanan pada otak
selama proses persalinan.
c. kematian
paska kelahiran pada bayi , yang hingga saat ini dissebabkan oleh banyak faktor
berbeda.
Kondisi
yang mempengaruhi keberhasilan adaptasi pada bayi di kehidupan setelah
kelahiran yang terpenting antara lain
seperti yang ditunjukkan oleh riset. Yaitu melalui jenis persalinan,
pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan persalinan, lamanya periode
kehamilan, sikap-sikap lingkungan terutama oang tua dan perawatan paska
kelahiran.
Lingkungan
pranatal yang sehat akan memberikan penyesuaian diri yang baik pada
kehidupan pascanatal bayi. Walau dilain pihak banyak kejadian bayi
terpaksa lahir sebelum waktunya kerena gangguan yang terjadi didalam rahim.
Perawatan ibu yang yang kurang baik semasa hamil seringkali disebabkan kerena
kondisi yang kuang menyenangkan di lingkungan. Dan kemudian mempengaruhi
perkembangan janin dan mengakibatkan komplikasi selama persalinan. Kurangnya
gizi pada ibu selama masa kehamilan juga menyebabkan kelahiran prematur. Salah
satu kondisi yang menimbulkan kesulitan pascanatal adalah tekanan kuat yang
dialami ibu pada saat masa kehamilan.
Jenis
persalinan juga mampengaruhi adaptasi bayi pada lingkungannya setelah
kelahiran, sampai sekarang kepercayaan tradisional tentang hal ini dan apa
efeknya pada penyesuaian individu dalam kehidupan banyak dianut orang. Bayi
yang dilahirkan secara spontan biasanya memiliki kemampuan adaptasi yang cepat
dan lebih berhasil di lingkungan postnatal nya daripada bayi yang
kelahirannya cukup sulit sehingga harus menggunakan alat atau pembedahan caesar.
Terdapat lebih banyak bahaya yang dihubungkan dengan alat bedah caesar
dibandingkan dengan persalinan spontan. Namun, seiring dengan kesadaran para
ibu di masa sekarang, kejadian tersebut bisa ditekan dengan banyak pemberdayaan
diri dan persiapan latihan untuk fisik ibu hamil agar selalu sehat dan
terjaga.
Bayi
yang ibunya harus mengkonsumsi obat selama proses persalinan menunjukkan
perilaku yang kurang terartur dan tampak mengantuk selama tiga hari atau lebih
setelah kelahirannya. Dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak minum obat
atau tidak menerima obat-obatan sama sekali. Beberapa bukti menunjukkan jika
obat-obatan yang diberikan pada ibu untuk memberikan rasa sakit selama proses
persalinan sering menimbulkan efek yang merusak pada bayi daripada yang diduga
sebelumnya. Sejumlah telaah mutakhir menunjukkan berbagai perubahan penting
dalam perilaku bayi yang lahir spontan dan bayi yang lahir dengan dirangsang
obat-obatan.
Bayi-bayi
yang lahir sebelum waktunya biasa disebut dengan bayi prematur sedangkan bayi
yang terlambat lahir biasa disebut sebagai bayi postmatur atau dismatur.
Panjang dan pendeknya periode kehamilan mampu membuat bayi kesulitan beradaptasi
pada masa setelah kelahirannya. Biasanya bayi-bayi yang belum cukup umur
akan mengalami komplikasi dalam menyesuaikan diri, dan bayi prematur juga
akan lebih banyak mengalami kesulitan dibandingkan dengan bayi normal yang lahir
cukup bulan.
Cepat
dan berhasilnya bayi yang baru lahir dalam kehidupan paska kelahiran juga
dipengaruhi oleh lingkungan dan sikap orang tua. Kalau sikap orang tua kurang
menyenangkan apapun alasannya, hal ini akan sangat mempengaruhi keberhasilan
penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal. Sebaliknya, orang tua yang
yang sikapnya menyenangkan dan memperlakukan bayi sedemikian rupa akan mendukung
bayi untuk menghadapi penyesuaian diri yang baik.
Bagaimana
cara orang tua merawat bayi mereka yang baru lahir juga menjadi aspek penting,
keberhasilan penyesuaian diri pada bayi. Pemenuhan dasar kebutuhan bayi setelah
lahir menjadi sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang tua. Karenanya
informasi tentang bagaimana proses pertumbungan dan perkembangan bayi melewati
tiap tahap adaptasi, dapat membantu untuk memetakan secara awal bagaimana
sebaiknya ibu mempersiapkan masa kehamilannya dengan baik agar di masa depan
kebutuhan adaptasi bayi dapat disesuaikan dengan maksimal.
Sumber bacaan : Psikologi Ibu dan Anak
Suryani, Eko. Widyasih, Hesti; 2008, Fitramaya
Salam,
Ariny Rizkina
(CIMI, Volunteer MHI, Co-Founder @rumah_arunika, Blogger and Mom of 3)
Comments
Post a Comment