"Perkembangan Kemampuan Merasa, Membaui, Melihat dan Mendengar Pada Bayi"

Dalam proses tumbuh kembang bayi di masa awal kehidupannya, interaksi bersama orang tua menjadi salah satu pengaruh yang sangat besar bagi mereka. Pelajaran-pelajaran dasar didapatkan dari sekelilingnya, terutama orang tua. Sebegitu besar peran sentral ayah dan ibu, maka sudah sepatutnya kita sebagai orang tua dapat menggali dan mengenal lebih dalam kemampuan bayi-bayi kita dirumah.

Sejak dalam kandungan, bayi sebenarnya sudah belajar untuk mengembangkan kemampuan merasa dan membaui. Kemudian saat lahir, air ketuban dan sisa-sisa cairan kimia alami yang dibawa bersama bayi, menempel pada seluruh tubuh ibu. Yang kemudian, membuat pengaruh “ikatan kimiawi” antara ibu dan anak semakin kental terasa. Ikatan kimiawi tersebut kemudian mengajarkan pada bayi untuk membaui dan merasakan ciri khas dari ibunya. Ditambah dengan sentuhan dari kulit ke kulit, yang semakin merekatkan bonding keduanya.

Adanya proses IMD atau Inisiasi Menyusi Dini, juga dapat menambah perkembangan kemampuan bayi untuk belajar merasakan dan membaui wangi tubuh ibunya. Beberapa penelitian menunjukkan, bahkan di hari kelima kelahiran bayi, mereka sudah dapat membedakan aroma khas  tubuh dan bau ASI ibunya secara signifikan dengan orang-orang di sekelilingnya. Hal tersebut membuktikan bahwa, bayi merupakan makhluk mungil yang cerdas dan dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, asalkan proses pengenalan alaminya tak dihalangi dan tak diintervensi.

Sedangkan, kemampuan melihat dan mendengar dapat menjadi hal yang paling penting bagi perkembangan emosional seorang ibu. Bahkan sebelum lahir, bayi sudah mampu untuk melihat. Pada saat 6-7 bulan masa gestasi, janin sudah mampu merespon cahaya, dapat membuka dan menutup mata, melihat keatas dan kebawah juga kesamping. Mata bayi lebih fokus melihat pada jarak 7-12 inchi, jarak yang mana tangan kita terlihat memeluk dengan nyaman perut yang berisi janin.

Keterkaitan inilah yang membuat kemampuan bayi dapat berkembang, seiring dengan sentuhan yang sering diberikan pada masa sebelum janin lahir. Semua indikasi tersebut juga mempengaruhi stimulasi pada saraf myelin dan perkembangan psikologi pada ibu dan janin. Ikatan semakin kuat sehingga dapat langsung berpengaruh pada sisi emosional ibu.

Suara ibu yang cenderung tinggi dan berirama juga merupakan keindahan lain yang didengarkan oleh janin sebelum lahir. Masa-masa dimana kita bahkan bisa berbicara dengan lembut dan berirama untuk menenangkan janin, adalah salah satu bagian yang juga direkam oleh mereka. Kesinambungan antara kemampuan mendengar dan melihat melaju pesat pada 2 minggu setelah masa kelahiran bayi.

Dan kegiatan orang tua yang memijat bayi mereka sendiri dirumah, jelas akan membantu proses perkembangan kemampuan merasa, membaui, melihat dan mendengar. Bayi, semakin mengenal lebih dekat khas dari orang tua mereka dan orang tua juga dapat belajar memahami keinginan bayi. Dan unsur sentuhan pada pijatan orang tua, dapat merangsang kemampuan melihat lewat kontak mata dan meningkatkan kemampuan mendengar dengan intonasi suara lembut dan berirama saat.

Dengan perkembangan ilmu psikologi saat ini, semua setuju jika janin secara alami belajar dari kehangatan dan lingkungan yang penuh dengan cinta, juga perlakuan positif yang didapatkannya. Rasa aman adalah hal yang mendasar, diberikan dengan adanya hubungan yang kuat antara janin dan orang tua untukmencapai penyesuaian diri pada dunia baru mereka. Lalu untuk mengembangkan kapasitas mereka secara fisik, metal dan spriritual, memijat bayi anda sendiri dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan pengalaman sensorik yang luar biasa.

Mata anda, helai rambut, senyum, aroma dan suara yang anda sampaikan saat bercerita atau bernyanyi, tak hanya ketertarikan fisik itu saja yang dicari oleh bayi anda, tetapi juga kehangatan dan rasa cinta. Bayi belajar mengenali dunia tempat mereka tinggal dan bernafas, dan tak ada yang dapat menggatikan sentuhan indah dari orang tua. Oleh karena itu, pijat bayi dapat merupakan salah satu kegiatan positif yang sudah memberikan dampak besar juga bagi hubungan orang tua-anak untuk saling bersinergi. 


Sumber bacaan : Infant Massage, Handbook for Loving Parent 
McClure, Vimala; 2000. Souvenir Press

Salam,

Ariny Rizkina 
(CIMI, Volunteer MHI, Co-Founder @rumah_arunika, Blogger and Mom of 3)

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sulung Perempuanku, Bertanya tentang Pubertas

6 Alasan Mengapa Ibu Harus Memijat Bayinya Sendiri

Support Group Sebagai Salah Satu Bentuk Support System Ibu