Peran Penting Ayah dalam Kegiatan Pijat Bayi dan Proses Pengasuhan Anak

A. Memahami Alur Yang Tepat Untuk Memulai.

Sudah bukan menjadi hal yang tabu, jika ayah di zaman kini banyak yang membuktikan mampu untuk turut serta aktif dalam proses pengasuhan anak, dan membantu meringankan tugas istri. Walau memiliki waktu yang terbatas, hanya pada hari libur atau weekend saja tapi keikutsertaan ayah dalam proses pengasuhan sudah terbukti akan memberikan dampak positif yang juga sangat besar pada pertumbuhan fisik dan psikologis anak.

Mungkin bagi sebagian besar ayah, akan ada beberapa tantangan tersendiri yang harus bisa diselesaikan sebelum ikut terjun dalam proses pengasuhan. Misalnya, stres karena pekerjaan kantor, pengaturan rumah tangga ditambah meningkatnya tekanan finansial. Belum lagi jika istrinya juga seorang ibu bekerja, kemungkinan suami istri bisa memiliki faktor pemicu stres yang sama saat dirumah.

Namun, bukan tidak mungkin semua hal tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Dengan adanya kesadaran yang mendasar pada sebuah tanggung jawab terhadap hubungan suami istri dan ikatan pada keluarga, masing-masing suami istri bisa menguatkan satu sama lain saat akan memulai proses pengasuhan bersama untuk anak-anaknya dirumah. Ya, kesadaran, kerjasama dan komunikasi yang baik adalah kata kunci untuk memulai proses pengasuhan anak-anak bersama.

B. Jangan Menunggu Permintaan

Ayah, janganlah selalu menunggu permintaan untuk mengurus segala keperluan yang dibutuhkan oleh bayi anda. Tak perlu menunggu dorongan dari bibi atau nenek di hari-hari pertama kelahiran bayi anda. Berinisiatiflah untuk menanyakan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan bayi pada perawat, bidan di rumah sakit atau bertanya pada nenek adalah hal bijak yang perlu dilakukan oleh anda. 

Jika di awal, anda dan istri sudah berkomitmen untuk bekerja sama dalam pengasuhan anak, maka haruslah disertai dengan menghargai setiap proses yang ada. Tak perlu gengsi bertanya bagaimana cara memberikan ASI pada istri anda untuk si bayi. Jika menemukan komplain dari istri anda, jangan langsung bersikap defensif. Tapi mintalah cara pengerjaan yang benar lalu berterima kasihlah pada istri anda. Karena para ibu, diwaktu-waktu paska melahirkan akan lebih sering merasa kelelahan akibat perubahan siklus kehidupannya. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seorang ayah yang peka dan perhatian terhadap proses pengasuhan akan memberikan respon yang hangat, menghargai hubungan pernikahan dan mampu mengembangkan hubungan yang baik dengan bayi mereka.

Di awal kelahiran bayi, bisa jadi suami istri menemukan diri mereka dalam kondisi yang tertekan. Alih-alih berusaha menjadi orang tua yang baik, mereka justru menemukan bahwa hubungan suami istri yang terjalin, kondisinya malah kian memburuk. Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan tadi, ada baiknya baik suami atau istri mampu menekan ego masing-masing sehingga semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik.

Ayah, mungkin tidak terlahir dengan kemampuan yang dimiliki seperti layaknya seorang ibu. Sehingga, perubahan menjadi orang tua akan sedikit memberikan tekanan tersendiri. Namun, seorang ayah bisa belajar bagaimana kebiasaan "seorang ibu" dengan cara yang spesial bahkan terkesan unik. Bisa jadi, "motherhood" versi ayah akan lebih menyenangkan.

Mereka bisa bernyanyi dengan keren, menari, membaca bahkan memijat bayi-bayi sama baiknya seperti mereka memberi makan, mengganti popok dan memandikan bayi. Banyak orang tak menyangka jika seorang ayah juga memiliki "parenting hormones" yang akan segera aktif jika mereka melakukan kontak langsung dengan bayi-bayi mereka. 

Dalam perjalanan seorang ayah saat menjalani proses kegiatan memijat bayinya, mereka akan menemukan pengalaman yang luar biasa dalam melihat dan memahami bayi-bayi mereka. Ayah akan membangun sebuah koneksi yang mendalam dengan anak-anaknya sebagai bagian dari dalam diri mereka. Dan ayah akan menemukan sisi "mengasihi" dari sana.

Saat ayah memberikan perhatian ekstra pada anak-anaknya, mereka akan menilai bahwa anak-anak akan memiliki kepercayaan diri yang lebih dalam mengolah kreativitas mereka. Seorang lelaki dan kelelakian-nya juga akan ikut berubah, seiring dengan besarnya perhatian yang mereka berikan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Dengan memijat bayi mereka sendiri, mereka memiliki kesempatan emas untuk mendampingi perubahan dan perkembangan anak-anak mereka. Untuk bayi, dunia akan menjadi lebih baik saat mereka sedang dipijat dan para ayah harus ikut menjadi bagian dari kegiatan yang membahagiakan ini. Juga sebagai salah satu dari jalan untuk menemukan jati diri seorang ayah.

C. Seorang Ayah yang Hangat dan Penuh Kasih Sayang (Nurturant Father), Akan Banyak Membantu Kehidupan Anak-Anaknya Kelak.

Anak-anak adalah cerminan bagaimana sikap dan interaksinya dengan kedua orang tua. 

Dr. Michael Lamb dalam bukunya The Role of The Father in Child Development, mengatakan "A warm, affectinate Father-son relationship dan streghten a boy's masculine development". Hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang antara ayah dan anak lelakinya akan menguatkan perkembangan dari segi maskulinitas si anak lelaki. Yang berarti seorang ayah yang penuh kasih sayang (a nurturant father) akan lebih cocok menjadi role model untuk anak lelakinya, ketimbang ayah yang memiliki sifat kebalikannya (non-nurturant father). 

Nurturant father, seringkali dihubungkan dengan sosok ayah yang penuh kasih sayang yang tak pelit pujian dan jelas mendapatkan nilai yang lebih di mata anaknya. Dan anak lelaki yang berada dalam pengasuhan seorang nurturant father, akan cenderung lebih mudah meniru perilaku ayahnya, dibandingkan anak lelaki yang memiliki ayah dengan sifat non-nurturant father.

Pun begitu dengan anak-anak perempuan. Mereka sangat membutuhkan sekali keterikatan menyeluruh dengan ayahnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, wanita yang sehat secara fisik maupun mental dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik secara dewasa, cenderung tumbuh dalam lingkungan keluarga terutama orang tua yang saling mencintai dan saling menjaga. 


Mereka para wanita yang sukses, memiliki seorang ayah yang sangat menghargai arti feminimitas sekaligus menjunjung tinggi arti dari sebuah kompetensi yang sehat. Yang mana, kedua hal tersebut masih berkaitan dengan sosok ayah yang hangat dan penuh kasih sayang pada anak-anak perempuan mereka dan sangat mendukung kemandirian anak-anak perempuannya. Again, here we need a nurturant father. 


Dan kegiatan memijat bayi dirumah adalah sebuah pengalaman yang sangat berkualitas tak hanya untuk si bayi, tapi juga bagi kedua orang tuanya. Dari sana kita bisa mendapatkan manfaat yang sangat baik. Si bayi belajar bahwa ayahnya dapat menyentuh dengan sangat lembut dan penuh cinta. Ayah juga bisa menjadi seseorang yang mampu mendengarkan kebutuhan akan fisik dan emosional si bayi. Ayah yang menyadari manfaat besar ini tentu akan lebih percaya diri saat menghabiskan quality time bersama dengan bayinya.


Yang paling penting dalam rutinitas kegiatan memijat bayi antara ayah dan bayinya adalah adanya ikatan yang kuat. Seperti halnya ibu yang sedang menyusui bayinya secara konsisten, sebenarnya dia sedang berada pada tahap membangun ikatan dengan bayinya. Menimang, merasakan kontak kulit, melakukan kontak mata, saling berhadapan wajah satu sama lain sebagai salah satu sarana berkomunikasi adalah bagian dari cara membangun ikatan saat proses menyusui. Begitu pun dalam kegiatan memijat bayi, semua unsur tersebut sudah tercakup didalamnya. Ayah akan merasakan "connecting" dan "in touch" dalam artian yang sesungguhnya dengan bayi-bayi mereka.


Hanya cukup meluangkan waktu sekitar 20-30 menit sehari, ayah dapat mulai memijat bayi mereka, gunakan kreativitas dan aturlah waktu anda, ayah. Ketimbang dirumah, hanya bermain dengan gadget Anda, bukankah lebih baik membangun hubungan yang baik sejak dini dengan bayi anda?. Waktu yang baik untuk memijat bayi biasanya kisaran pagi hari, saat anda sedang libur bekerja dan saat ada rileks, sedang tidak terburu-buru menyiapkan hal yang lain. 


Persiapkan diri terlebih dahulu dengan belajar memijat bayi dari istri anda, buku-buku atau dari kelas yang anda ikuti bersama istri. Sebaiknya saat memijat, hanya ada anda berdua dengan si bayi, sehingga bayi anda dapat menangkap setiap gerakan dan sinyal dari anda dengan nyaman. Mulailah proses memijat dengan sentuhan ringan yang lembut, pada area kaki dan punggung.

D. Tips Memijat Bayi untuk Para Ayah

Sebagai seseorang yang baru merasakan rasanya menjadi ayah, mungkin saat awal proses memijat, ayah akan merasa kurang ahli. Karena tekanan dan sentuhan saat memijat terlalu kuat misalnya, atau melihat tangan ayah terlalu besar dan kasar. Bayi anda juga mungkin akan merasa sedikit grogi awalnya. 

Oleh karena itu mulailah dengan sentuhan yang lembut, dengan menempatkan telapak tangan anda diatas punggung bayi. Tak perlu langsung menggerakkan tangan anda, karena saat ini yang anda dan bayi anda butuhkan adalah sebuah koneksi. Berkonsentrasi dan tenangkan tubuh anda, lalu biarkan perasaan cinta anda mengalir hingga dapat dirasakan juga oleh bayi anda.

Setelah anda merasakan nyaman satu sama lain, mulailah dengan gerakan yang sederhana. Berhenti sejenak, kemudian lanjutkan kembali gerakan sederhana tadi agar anda dan bayi anda tenang dan terbiasa. Selalu ingat untuk membuat gerakan yang halus dan lembut, hampir mirip seperti "slow motion". Ajak bayi anda berbicara dengan intonasi suara yang rendah atau bernyanyi secara perlahan. Mulailah jalin kedekatan lewat kontak mata, lanjutkan ritme berkomunikasi dengan bayi anda seperti biasa.

Lama kelamaan, bayi anda akan terbiasa dengan sentuhan positif. Sehingga anda juga diharapkan dapat menyempatkan waktu lebih banyak untuk memijat bayi anda. Selanjutnya anda dapat meneruskan gerakan yang lainnya di bagian tubuh bayi yang lainnya. Para ayah juga bisa mengembangkan teknik memijat versi ayah sendiri, selama gerakan tersebut masih membuat ayah dan bayi juga merasa nyaman.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Salam nurturing touch,

Ariny Rizkina
(CIMI, Volunteer MHI, Co-Founder @rumah_arunika, Blogger and Mom of 3)

Disarikan dan diterjemahkan dari sumber bacaan : Handbook for Loving Parents, Bab "Especially for Fathers" by Vimala McClure 😊




Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sulung Perempuanku, Bertanya tentang Pubertas

6 Alasan Mengapa Ibu Harus Memijat Bayinya Sendiri

Support Group Sebagai Salah Satu Bentuk Support System Ibu